Ketika waktu kembali mencampakan hidupku,, dan kusaksikan jiwaku menggelepar dalam sepi, dan bagai merpati yang terkurung, di kedalaman waktu. Ketika waktu kembali menyadarkanku, ada Tuhan yang senantiasa menyaksikan kehidupanku, bukan dari jarak jauh, tapi ketika ku saksikan ia berdiri di depan sujudku,atau ketika ku sedang duduk..
Ketika waktu kembali mengoreksi perjalanan hidupku,,dan mengingatkanku akan jiwa manusia yang terdalam. Ketika waktu mulai mengajariku bagaimana caranya aku hidup. Mencoba berdiri dengan kedua kakiku sendiri..aku sadar waktulah yang kini mendewaskan aku dari hidupku.
Ingat ketika waktu pula yang kembali membimbingku menemukan sebuah rasa,,rasa yang ku tau seperti buah kesemek yang mulai masak. Berjalan bersama² mereka mungkin membuatku mulai dapat memaknai hidup. Canda tawa ku, dia, dan mereka setiap detik bagai ribuan kaleng cat yang ditumpahkan bersama-sama dalam hidupku. Indah..seakan hidupku menjadi berwarna..
Waktu pula lah yang mengajariku apa itu sayang,,apa itu cinta.. ketika dua jiwa bertemu dalam suasana yang tak semestinya.. aku sadar,,ada rasa yang lain ketika ku lihat ia menatap mataku,,dengan senyum simpul yang lugu.. ada rasa yang lain mungkin ketika tak kulihat dia menyapaku dan berkata “hai”.. semua ini benar-benar membuatku tak mengerti..
Waktu pula lah yang membuatku menyadari bahwa ku tak bisa kehilangan jiwanya..berulang kali ku mencoba menipu diriku sendiri,,bahwa ku tak kan membutuhkan jiwanya,,bahwa ku masi bisa berdiri dengan kakiku ini. Berteriak di pantai yang kosong dan bertanya ada apa denganku?apa tujuanku?
Dan ketika aku sadar bahwa aku benar-benar tak bisa kehilangan jiwanya,,waktu pula lah yang membuatku kehilangan harapanku..kehilangan seluruh nafasku.. bukan saja jiwanya,,tapi jiwa² lain yang selalu mewarnai hidupku.
Aku tau Tuhan disampingku,,tak ia biarkan aku tau sampai dimana waktuku..tp memang tak ingin aku tau sampai kapan itu. Yang aku tau sekarang,,hanya senyum yang ku bisa berikan pada jiwa² itu. Mungkin tak bernilai apa². Tapi kutau lebih berarti dari ribuan kaleng cat yang di tumpahkan bersama…
Ketika waktu kembali mengoreksi perjalanan hidupku,,dan mengingatkanku akan jiwa manusia yang terdalam. Ketika waktu mulai mengajariku bagaimana caranya aku hidup. Mencoba berdiri dengan kedua kakiku sendiri..aku sadar waktulah yang kini mendewaskan aku dari hidupku.
Ingat ketika waktu pula yang kembali membimbingku menemukan sebuah rasa,,rasa yang ku tau seperti buah kesemek yang mulai masak. Berjalan bersama² mereka mungkin membuatku mulai dapat memaknai hidup. Canda tawa ku, dia, dan mereka setiap detik bagai ribuan kaleng cat yang ditumpahkan bersama-sama dalam hidupku. Indah..seakan hidupku menjadi berwarna..
Waktu pula lah yang mengajariku apa itu sayang,,apa itu cinta.. ketika dua jiwa bertemu dalam suasana yang tak semestinya.. aku sadar,,ada rasa yang lain ketika ku lihat ia menatap mataku,,dengan senyum simpul yang lugu.. ada rasa yang lain mungkin ketika tak kulihat dia menyapaku dan berkata “hai”.. semua ini benar-benar membuatku tak mengerti..
Waktu pula lah yang membuatku menyadari bahwa ku tak bisa kehilangan jiwanya..berulang kali ku mencoba menipu diriku sendiri,,bahwa ku tak kan membutuhkan jiwanya,,bahwa ku masi bisa berdiri dengan kakiku ini. Berteriak di pantai yang kosong dan bertanya ada apa denganku?apa tujuanku?
Dan ketika aku sadar bahwa aku benar-benar tak bisa kehilangan jiwanya,,waktu pula lah yang membuatku kehilangan harapanku..kehilangan seluruh nafasku.. bukan saja jiwanya,,tapi jiwa² lain yang selalu mewarnai hidupku.
Aku tau Tuhan disampingku,,tak ia biarkan aku tau sampai dimana waktuku..tp memang tak ingin aku tau sampai kapan itu. Yang aku tau sekarang,,hanya senyum yang ku bisa berikan pada jiwa² itu. Mungkin tak bernilai apa². Tapi kutau lebih berarti dari ribuan kaleng cat yang di tumpahkan bersama…
tie
05042011
(teruntuk orang² yang menyayangiku).

4 komentar:
jiwa seumpama aliran sungai kecil yang belum akan bisa beristirahat sebelum sampai ke samudera..
kerinduan akan menuntun setiap jiwa pada apa yang hilang atau yang belum ditemukan. seperti rajawali yang tidak takut terbang dalam gelap, ia tahu kalau ia terbang pulang menuju rumah..
tapi jika jiwa ini rapuh,,,bagaimana ia bisa berdiri? sementara kedua kakinya pun lumpuh...
benar. jiwa akan menjadi rapuh ketika terikat. sperti aliran sungai yang tersumbat oleh bebatuan. namun, ketika ia bebas, mengalir diiringi nyanyian alam semesta, ia akan semakin kuat.. dan akhirnya memperoleh kekuatan yang tak terbatas saat sampai ke samudera..
sebelum sampai ke samudera, aliran sungai itu akan melewati 7 ngarai..
ngarai pertama adalh pemurnian budi: Awal perjalanan, adalah untuk membiarkan kerinduan jiwa akan makna menggerakkan seluruh kesadarannya. kerinduan setiap jiwa adlah unik. kita mencintai orang2 yang berbeda, berlutut di depan altar yang berbeda, meratap di muka nisan yang berbeda. namun akhirnya ujung perjalanannya adlah sama. kita ingin bahagia dan hidup penuh makna."
hayah rak mutu blazzzzz... terlalu di dramatisir... lebayZ.com
Posting Komentar